Lenterailahi.bloggspot.com, Yayasan Spirit Paramacitta, lembaga swadaya masyarakat yang peduli kasus
HIV/AIDS di Bali, menemukan 35 anak berusia di bawah lima tahun dari
keluarga miskin positif terkena HIV/AIDS. Rendahnya kemampuan
mendapatkan akses kesehatan dan informasi menjadi kendala keluarga
miskin mengetahui lebih dini mengenai penyakit itu.
Yayasan
Spirit Paramacitta kini bersama dengan dinas terkait di Pemerintah
Provinsi Bali, termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali,
mendampingi 35 anak balita itu. Direktur Yayasan Spirit Paramacitta Putu
Utami Dewi di Denpasar, Bali, Sabtu (1/12/2012), mengatakan, yayasan
tetap berkomitmen membangun akses hingga ke pedesaan mengenai HIV/AIDS
itu. Ia berupaya membantu pemerintah agar informasi merata dan tidak
hanya terpusat di perkotaan."Kami menyadari pendampingan terhadap anak-anak itu tak mudah, terutama untuk psikologi anak," papar Dewi dalam peringatan Hari AIDS Sedunia di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar.
Riset yayasan mulai tahun 2001 menemukan, orangtua yang terkena HIV/AIDS dari keluarga kurang mampu rata-rata pekerja urban. Data dari KPA Bali, pengidap AIDS tercatat 3.126 orang, sebagian besar masuk dalam usia produktif. Pengidap HIV tercatat 3.378 orang berusia produktif.
Luh De Citra, ibu rumah tangga, mengaku menerima informasi mengenai HIV/AIDS saat pertemuan ibu banjar (setara rukun warga). "Informasi penting untuk mewaspadai anak-anak saya yang mulai dewasa,
Sumber : http://regional.kompas.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar