Lenterailahi.bloggspot.com, Habis AS, giliran Jordania mengecam rencana pembangunan 3.000 permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Kecaman ini menjadi warta Petra
pada Sabtu (1/12/2012).
"Keputusan Israel bertentangan dengan keabsahan
hukum internasional," ucap Menteri Urusan Media Jordania Samih Maaytah
di Amman.
Di samping mengecam, Jordania, imbuh Maaytah mengajak
dunia internasional untuk mengintervensi kebijakan pemerintahan Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu. "Dunia mesti menghentikan
kebijakan itu," katanya.
PM Netanyahu rencananya menyebar
pembangunan 3.000 permukiman itu di Jerusalem Timur dan Tepi Barat. Dua
bulan lalu, tender pembangunan tersebut sudah diumumkan.
Sumber : Kompas.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar