Selasa, 13 November 2012

Korban Gempa Myanmar Jadi 26 Orang

Gempa bumi terus melanda Myanmar. Pada Selasa (13/11) pagi gempa melanda kawasan dekat ibu kota Myanmar, Naypyitaw. Sejak akhir pekan, korban gempa Myanmar tercatat sebanyak 26 jiwa.

Stasiun televisi pemerintah Myanmar mengabarkan, gemba baru mengguncang selatan Naypyitaw sekitar pukul 08.23 waktu setempat. Pusat gempa berskala 4,8 skala richter tersebut berpusat 35 kilometer dari ibu kota.
Menurut kesaksian seorang pejabat pemerintahan, kota Naypyitaw memang langganan gempa. Namun gempa kali ini menurutnya tak mengakibatkan kerusakan. "Kami di Naypyitaw tak asing dengan gempa bumi. Kami bergegas keluar dari asrama, tapi kami sempat panik pagi tadi," ujarnya.
Sebelumnya di pada Ahad (11/11), gempa pun mengguncang Myanmar jauh lebih besar dari Selasa. Gempa Ahad berkekuatan 6,8 skala richter disertai gempa susulan.
Menurut Federasi Internasional Palang Merah (IFRC), 26 orang tewas akibat gempa di Myanmar, 231 orang luka-luka dan ratusan bangunan rusak. Namun laporan awal dari pemerintah Myanmar menyebutkan korban tewas hanya 11 orang.
"Sulit menghitung tepat, kemungkinan ada perhitungan ganda," kata Direktur Operasional 'Save The Children' di Myanmar, Denis de Poerck.
Juru Bicara IFRC di Asia Tenggara Roux Katherine mengatakan pihaknya telah mengirimkan bantuan. Namun Palang Merah Myanmar masih mampu mengatasi korban tanpa bantuan luar.
"Palang Merah Myanmar telah siap, hingga saat ini belum membutuhkan bantuan luar ataupun pendanaan. Ini masih di bawah kendali, tapi ada tinjauan lanjut," tuturnya.
Myanmar merupakan salah satu negara termiskin di Asia. Rezim militer dikecam badan kemanusiaan pada tahun 2008 karena tak mengizinkan bantuan internasional untuk mengatasi Topam Nargis. Padahal 130 ribu orang tewas dalam bencana tersebut. Namun pemerintah baru mengambil alih Myanmar pada Maret 2011 dan mulai membuka negara Asia Tenggara tersebut dari rezim militer yang berkuasa 50 tahun.

Sumber : http://www.republika.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar