Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mencegah sekelompok
ilmuwannya untuk mengunjungi situs nuklir Iran. Hal itu terkait undangan
resmi pemerintah Iran pada 14 tahun yang lalu. Demikian laporan terbaru
mengungkapkan Senin (12/11).
The Inter Press Service (IPS) dalam sebuah artikel oleh Gareth Porter
menulis pada 1998 dan masa jabatan presiden AS, Bill Clinton, Pentagon
melarang delegasi terkemuka spesialis nuklir untuk melakukan perjalanan
ke Iran menyelidiki program nuklir negara itu. Undangan itu resmi atas
inisiatif pemerintah presiden Iran waktu itu, Mohammad Khatami.
Pentagon bahkan menawarkan opsi untuk menyertakan satu atau lebih
ilmuwan pilihannya sendiri. Pentagon menyodorkan Dr Behrad Nakhai,
seorang ilmuwan nuklir Iran yang berada di Amerika Serikat dan akan
bertugas mengatur kunjungan tersebut.
Nakhai mengunjungi AS setelah menyelesaikan SMA-nya di Iran dan
mendapat gelar PhD di bidang teknik nuklir dari Universitas Tennessee
pada 1979. Kini dia menjadi ilmuwan peneliti di Oak Ridge National
Laboratory.
"Pentagon melarang kunjungan tim ahli nuklir tersebut karena tidak
ingin melemahkan argumen AS yang menuduh Iran adalah ancaman," sebut
IPS, seperti dilaporkan Islamtimes.
"Tawaran yang diprakarsai Iran adalah inisiatif pemerintah Khatami
yang paling menjanjikan untuk mengupayakan mencairnya hubungan AS-Iran,"
tambah laporan itu.
Pemerintahan Bill Clinton menuduh Iran ingin menciptakan senjata
nuklir tanpa didasari data intelijen mengenai program nuklir. Tuduhan
itu hanya berdasarkan bahwa Iran akan menggunakan pengayaan uranium
untuk senjata nuklir bukan untuk kepentingan sipil.
Undangan Iran itu datang setelah wawancara Khatami dengan CNN,
Christiane Amanpour pada Januari 1998. Khatami meminta untuk
menghancurkan dinding ketidakpercayaan antara Amerika Serikat dan Iran.
Dia juga menyerukan masyarakat AS untuk melakukan pertukaran profesor,
penulis, sarjana, seniman, wartawan dan wisatawan.
Permintaan Khatami itu ditolak secara umum oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei.
Meskipun delegasi ilmuwan tidak akan menemukan fakta-fakta pembuatan
senjata nuklir, kunjungan itu semestinya bisa mengantisipasi pembangunan
fasilitas konversi dan pengayaan uranium. Juga bisa menganalisa apakah
program nuklir Iran memang ditujukan untuk kepentingan sipil atau tidak.
Misi pengiriman ilmuwan dan ahli nuklir itu mungkin telah menentang
garis pemerintahan Clinton terkait ancaman senjata nuklir Iran. Nakhai
percaya Pentagon ingin melindungi garis itu. "Mereka telah mengetahui
bahwa program nuklir akan berguna untuk menekan Iran," katanya. "Mereka
tidak ingin ada tekanan itu berkurang," tutupnya.
Sumber : Republika.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar