"Menyedihkan
karena memakai atribut dakwah. Sangat merugikan umat Islam. PKS akan
hancur lebur atau punah habis 2014," kata Yusuf ketika dihubungi,
Kamis (31/1/2013).
Yusuf mengaku tak terkejut dengan penetapan
tersangka Luthfi. Pasalnya, para petinggi PKS sudah lama disebut-sebut
terlibat dalam penyimpangan impor daging sapi. Hanya saja, dia
menyayangkan sikap para petinggi PKS yang menilai ada skenario politik
dari pengungkapan kasus itu.
"Jangan salahkan orang lain. KPK berangkat dari profesionalitas, pasti punya alat bukti," kata Yusuf.
Yusuf
menilai, seharusnya Menteri Pertanian Suswono yang juga kader PKS
mundur dari jabatannya. Selain itu, para petinggi PKS lain di antaranya
Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta dan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi
Aminuddin, kata dia, juga harus mundur.
"Selama mereka tidak legowo mundur, selama itu juga partai hancur," pungkas Yusuf.
Seperti
diberitakan, Luthfi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait
pemberian rekomendasi kuota impor daging kepada Kementerian Pertanian.
Selain Luthfi, tiga orang lainnya juga ditetapkan tersangka, yakni
Direktur PT Indoguna Utama (IU) berinisial AAE, Direktur PT IU
berinisial JE, dan orang dekat Luthfi berinisial AF.
Pihak PKS
menilai ada konspirasi dalam perkara tersebut. PKS melihat banyak
kejanggalan. "Kami ingin membaca apa yang ada behind the scene," ujar
politisi senior PKS Suryama M Sastra.
Yusuf pernah laporkan petinggi PKS
Nama Yusuf Supendi pada tahun 2011 lalu sempat menjadi sorotan media. Ia melaporkan sejumlah elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS), termasuk Luthfi Hasan Ishaaq, ke Badan Kehormatan DPR. Yusuf menilai sejumlah elite tersebut melanggar kode etik anggota Dewan. Selain Luthfi, Yusuf juga melaporkan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, dan Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta.
Yusuf pernah laporkan petinggi PKS
Nama Yusuf Supendi pada tahun 2011 lalu sempat menjadi sorotan media. Ia melaporkan sejumlah elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS), termasuk Luthfi Hasan Ishaaq, ke Badan Kehormatan DPR. Yusuf menilai sejumlah elite tersebut melanggar kode etik anggota Dewan. Selain Luthfi, Yusuf juga melaporkan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, dan Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta.
Menurut Yusuf, Luthfi
telah melanggar etika dan akhlak sebagai anggota DPR. Luthfi juga
melanggar syariah dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan
mengirimkan pesan singkat kepada Yusuf bernada mengancam.
"Bahkan ada yang mengirimkan SMS mau menghirup darah Yusuf Supendi. Aktor intelektualnya adalah Luthfi," ujar Yusuf saat itu.
"Bahkan ada yang mengirimkan SMS mau menghirup darah Yusuf Supendi. Aktor intelektualnya adalah Luthfi," ujar Yusuf saat itu.
Sedangkan
Hilmi dan Anis dituding Yusuf telah menyalahgunakan anggaran. "Anis,
penggelapan dana Pilkada DKI Rp 10 miliar bersumber dari Adang
Daradjatun. Hilmi, putra pentolan Darul Islam, Danu Muhammad Hasan,
gesit mengumpulkan setoran untuk memperkaya diri.
Sumber : Kompas.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar