Lenteraillahi.com, Pemerintah Israel, Senin (31/12) malam, meresmikan program nasional
untuk melatih kaum muda berusia 16 dan 18 tahun bagi perang maya di masa
depan di militer dan dinas intelijen. Peluncuran program itu tak lepas
dari ancaman yang meningkat dari Iran.Biro Maya Nasional Israel (INCB), lembaga yang didirikan Netanyahu awal tahun lalu, mengoperasikan program kemampuan tiga-tahun, yang dirancang untuk mengembangkan keahlian dalam bidang sibernetika dan komputer di kalangan murid sekolah menengah yang menonjol dari masyarakat miskin. "Program itu diciptakan dengan prinsip dasar bahwa Israel memiliki modal manusia berkualitas tinggi dan pengertian bahwa pengembangannya akan memenuhi kebutuhan keamanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial," kata pernyataan tersebut. Ia menambahkan, militer, dinas keamanan dan Kementerian Pendidikan mendukung proyek itu.
Keamanan dunia maya telah menjadi prioritas nasional di Israel dalam beberapa tahun belakangan, dan sumber daya penting ditanam pada perlindungan jaringan komputer militer serta sipil negeri tersebut yang digunakan dalam produksi energi serta pabrik.
Dalam satu wawancara langka yang disiarkan Desember lalu di harian Yediot Aharonot, Shin Bet (dinas keamanan Israel), mengungkapkan satuan dunia maya SIGINT telah menggagalkan "sejumlah serangan Iran terhadap jaringan komputer strategis negeri itu selama tiga tahun belakangan". Dengan "meningkatnya ancaman semacam itu", program perang dunia maya bagi pemuda adalah yang paling akhir dari serangkaian gagasan yang bertujuan menempatkan dan merekrut apa yang disebut oleh militer sebagai "pejuang dunia maya".
Dalam menghadapi kekurangan mereka akan sumber daya manusia, para perekrut di bidang militer, telah dikerahkan untuk mencari peretas muda di kalangan masyarakat Yahudi di seluruh dunia yang punya potensi menjadi ahli perang dunia maya. Tujuan kegiatan tersebut ialah untuk membujuk peretas muda itu mengisi posisi yang menggiurkan di sektor swasta dan pindah ke Israel, demikian lapor Yediot Aharonot pada November.
"Sudah jelas bahwa permintaan besar bagi para prajurit di bidang ini hanya masalah waktu. Itulah sebabnya mengapa kita mencari solusi, tidak hanya di sini tapi di luar negeri," kata seorang perwira senior kepada harian itu.
Sumber : Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar