Lenterailahi.bloggspot.com, Direktur Korban Tindak Kekerasan dan Perlindungan Korban Kementerian
Sosial (KTK-PM Kemsos) Akifah Elansary mengatakan, perdagangan manusia
khususnya wanita dan anak-anak (trafficking) asal Indonesia ke luar
negeri sebagai pekerja seks akibat kesalahan oknum aparat Indonesia
sendiri dan kemiskinan masyarakat di daerah pelosok.
Pasalnya, ada
permainan oknum-oknum aparat di berbagai kementerian dan institusi
pemerintah yang memang menjual dan mencari keuntungan materi semata.
Sementara,
banyak warga miskin secara struktural yang benar-benar tidak mengetahui
adanya program-program pemberdayaan sehingga mereka putus asa dan tidak
berdaya sehingga akhirnya mau saja diperjual-belikan oleh oknum-oknum
tersebut.
Hal itu diungkapkan Akifah dalam diskusi bersama
wartawan Jakarta dan daerah di sebuah hotel di Tanjung Pinang,
Kepulauan Riau, semalam. Diskusi diadakan menjelang peresmian Rumah
Perlindungan Trauma Centre (RPTC) tentang KTK-PM, Sabtu (1/12/2012) ini
oleh Menteri Sosial.
"Kalau saya ikut-ikutan gila, saya juga akan
ikut menjual (orang) juga, tetapi saya masih memiliki naiwatu (hati
nurani)," tandas Akifah, jengkel, seraya menyebut sejumlah oknum
kementerian dan institusi yang terlibat dalam penjualan manusia itu
sampai sekarang.
Menurut Akifah yang sudah bekerja 25 tahun di
Kemsos itu, banyak perempuan Indonesia yang dijual dengan harga Rp 8
juta per orang kepada para tekong (calo tenaga kerja Indonesia) yang
berkeliaran di Tanjung Pinang dan di daerah lainnya.
"Ada juga
wanita Indonesia yang menikah dengan mantan tentara negara adidaya, yang
kemudian dieksploitasi menjadi pelacur, sekarang menderita di Bali,"
katanya memberi contoh.
Dari data yang dikumpulkannya, Akifah
menyebutkan, jumlah perempuan dan anak-anak yang menjadi korban
trafficking tahun lalu mencapai 2.859 orang di antaranya sebanyak 68
orang dijual di Arab Saudi atau 2,20 persen dan di Singapura mencapai 29
orang atau 0,94 persen serta negara-negara lainnya seperti di Jepang
dan lainnya termasuk di Malaysia. Sebab itu, perdagangan manusia harus
dilawan karena semakin membuat warga miskin terpuruk dalam kehancuran.
"Permainan
oknum-oknum aparat ini terjadi karena mereka semakin tidak takut dengan
Tuhan. Mereka seperti akan mendapat pengampunan dari Tuhan meskipun
memperjual-belikan bangsanya sendiri,"
Sumber : http://nasional.kompas.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar