Senin, 19 November 2012

Israel Hantam Pusat Media, 8 Jurnalis Terluka

Israel masih terus membordardir Jalur Gaza di Palestina. Mengutip laman Al Jazeera, hingga hari keenam serangan udara yang dilancarkan Israel, sumber medis menyebut setidaknya 110 warga Palestina tewas.
Al Jazeera juga melansir dalam serangan kedua yang dilakukan Israel kemarin, sebuah pusat media menjadi sasaran saat jet-jet tempur Israel yang mengincar menara Shuruq di Kota Gaza. Bangunan itu merupakan tempat hunian sejumlah warga Palestina dan digunakan sebagai tempat operasi sejumlah media, termasuk Sky News asal Inggris, Al Arabiya asal Arab Saudi, dan Al Aqsa TV yang dimiliki Hamas.

Satu orang tewas dalam serangan ke bangunan itu. Kelompok Jihad Islam mengidentifikasi korban tewas itu adalah Ramez Harb, komandan senior sayap militer Jihad Islam, Brigade Al Quds.

Kementerian Kesehatan mengatakan delapan jurnalis terluka saat misil-misil Israel menghantam menara Shuruq. Namun Israel membantah menjadikan jurnalis sebagai sasaran. Juru bicara pemerintahan Israel, Mark Regev, mengatakan sasaran Israel adalah fasilitas komunikasi milik Hamas.

"Hamas menggunakan fasilitas komunikasi di bangunan tempat para jurnalis itu berada," ujar Regev. Regev pun menyebut Al Aqsa TV sebagai "fasilitas yang dikendalikan oleh Hamas".

"Seperti rezim totalitarian, media digunakan oleh rezim untuk memberikan komando dan mengendalikan warga, juga digunakan untuk tujuan militer. Dari sudut pandang itu, mereka bukanlah jurnalis yang sah," ucap Regev. (kd)

SUMBER : VIVA NEWS.CO.ID

Tidak ada komentar:

Posting Komentar